Minggu, 12 April 2020

Abai


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh everyone hehe.
Hari ini saya mau sharing atau lebih tepatnya membagi isi pikiran saya yang akhir-akhir ini mengganggu sekali. Tentang sikap pengabaian. Tentang ketidak-acuhan. Juga tentang proses perbaikan. 

Begini, saya memiliki beberapa teman yang saya anggap teman baik dan seperti saudara sendiri. Ketika saya menganggap seseorang teman baik maka saya akan berusaha yang terbaik untuknya. Saya tipikal tidak memilih teman sebenarnya. Namun untuk teman terbaik tentu saya cukup menyeleksinya ketat. Sampai akhirnya saya dipertemukan dengan mereka. 

Mungkin kelihatannya saya cukup cuek tapi jujur saya peduli. Saya tidak ingin membuang waktu mereka hanya dengan hal yang tidak penting. Oleh karenanya saya hadir ketika dibutuhkan atau saya membutuhkan mereka. 

Namun akhir-akhir ini saya merasa "terabaikan". Jujur, bukan tanpa alasan juga bukan karena cueknya mereka. Secuek-cueknya mereka biasanya tetap membalas pesan saya. Saya kenal mereka. 

Tapi saya sudah acap kali mengirimi pesan. Iya saya tahu saya kadang cuek. Saya kadang tidak mendengarkan mereka. Tapi saya kan tidak melakukan hal buruk. Saya berusaha yang terbaik kok. Saya berusaha menjadi baik. 

Terkadang saya merasa cukup malu. Saya pesimis. Saya tidak mampu seperti kebanyakan orang baik seperti mereka. Mereka terlalu sempurna. Apapun. Sedangkan saya masih merangkak menuju seperti mereka. Tapi saya kan tidak putar haluan. Saya masih berusaha loh, serius. Saya ingin menjadi baik versi saya. Baik kan dinilai dari banyak aspek. Apakah saya salah? 

Saya ingin rasanya menangis. Sungguh ingin. Tapi tidak. Saya tahan. Saya sedang berusaha baik. Saya sedang berjuang. Namun diabaikan ketika berjuang seperti mereka rasanya sungguh menyesakkan. Saya butuh mereka. Saya butuh penguatan pada banyak hal. 

Harapan saya, sungguh jangan abaikan orang-orang yang sedang berjuang. Mereka butuh dukungan. Mereka tidak butuh pujian, mereka hanya butuh perbaikan, koreksi. Jadi jangan abai ya! 

Btw foto bunga itu penghias aja kok untuk kalian yang merasa terabaikan. Semangat! 

Rabu, 01 Mei 2019

Pengalaman Lolos PKM Kewirausahaan Didanai Dikti

Assalamualaikum pembaca😇
Hehe maaf sudah lamaaa banget ga nulis blog dikarenakan banyak hal.
Sekarang lagi timbul niat lagi buat nulis, semoga tetap berlanjut yaaa...

Oh iya sekarang saya akan membahasa tentang pengalaman menjadi salah satu dari 26 tim terpilih dari universitas yang PKM nya didanai,  yeaaay🙌

Sebelum lolos didanai dikti tentunya ada proses panjang yang telah dilalui, ada jatuh bangun, ada kepesimisan yang timbul.
Sebelumnya proposal kami diseleksi tingkat universitas yakni UNP dari ribuan proposal yang masuk dan alhamdulillah proposal kami lolos dengan perbaikan hehe. Itu suatu hal yang tidak kami sangka-sangka awalnya.

Ohiya saya mau kenalin dulu judul PKM kami, PKM Kewirausahaan yang berjudul LITAO KOBAL (Kulit Kakao Kopi Herbal) : Suatu Imovasi Minuman Antioksidan Praktis dan Ekonomis. Nah kebayang kan PKM kami dari judulnya, yak bener kami akan membuat suatu minuman kopi praktis yang kaya antioksidan tapi bukan dari kopi wkwk.

Lanjut ke cerita, serius sebenarnya pas kami upload ke laman dikti dan sembari menunggu pengumuman lolos atau tidaknya, kami awalnya pesimis banget dikarenakan judul-judul yang diajukan oleh tim lain terdengar keren dan sangat ilmiah😂. Namun karena saya cukup berserah diri dan insyaallah proposal kami sesuai dengan panduan ya setidaknya adalah secercah harapan.

Dan tibalah pada hari pengumuman, diawali dari chat seorang anggota tim ke saya mengatakan proposal kami lolos didanai. Sempat tidak percaya sih awalnya dan menyebut bahwa list lolos itu masih list yang lama yaitu pas lolos tingkat universitas. Namun setelah diteliti ulang, eh kok cuma 26 tim ya dan ini emang dari dikti dan akhirnya saya percaya hehe.
Nah itu loh yang urutan nomor 11 hehe. Alhamdulillah ga nyangka banget bisa lolos. Akhirnya salah satu target saya semasa kuliah ada yang tercapai lagi. Tapi dari sini lah sebenarnya perjuangan dimulai, dari manajemen anggota, waktu, dan dana. Karena saya benar-benar dituntut untuk bisa mengatur semua dimana saya harus kuliah dengan berbagai jenis dosen dan tugas yang bermacam ragam. Ditambah lagi amanah di salah satu organisasi pemerintahan kampus yang cukup ribet karena disana saya memiliki peran yang memang harus ada di salah satu kementeriannya. Dan tidak lupa pula amalan-amalan saya dan berbagai capaian saya yang meminta untuk dipenuhi. Wah bener-bener deh, diakui tingkat stres kita diuji.
Saya jadi ingat salah satu dosen saya pernah berkata, "naikkan tingkat stres kalian jika kalian ingin menaikkan tingkat kehidupan". Ya seperti itulah inti dari perkataan dosen itu dan sungguh terbukti.

Jadi kesimpulannya setiap fase kehidupan yang kita lalui sangat berharga. Jangan buang sia-sia. Buat suatu makna dengan capaian. Yang penting mencoba sebaik mungkin. Ya mungkin tingkat keberuntungan orang beda-beda. Tapi apa salahnya mencoba? Toh saya juga coba-coba alhamdulillah lolos. Nah mana tau kesempatan yang akan datang keberuntungan teman-teman. Jadi selamat mencoba yaaa🙌

Betewe dalam waktu dekat akan diadakan monev internal, doakan ya kami dapat masukan dan saran yang membangun ya.
Insyaallah akan saya tulis ceritanya ya hehe.

Senin, 11 November 2013

GROTESTO WASPADA ADINAH

Pada bingung ya gan apa artinya? Sini deh gue kasih tau.
DEFENISI
Oke, GROTESTO, WASPADA and ADINAH adalah singkatan dari nama kelas X IPA 2 atau X IPMS 2 di SMAN 1 V Koto Kp.Dalam. GROTESTO merupakan kependekan dari GRoup Of TEn Science TwO dan WASPADA ialah kependekan dari WArga Sepuluh iPA DuA sedangkan ADINAH adalah singkatan dari Anak DIdik buk asNAH.
Pasti timbul di benak agan-agan semua, helloww, kenapa harus banyak amat ya namanya? satu aja kan cukup kalee'...
Gue jelasin deh, kelas X IPA 2 itu (menurut gue) kelas tergokil yang pernah gue rasakan, lihat, dengar de el el *pede abis tapi emang bener. Murid awal berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 20 siswa cewek dan 10 siswa cowok. Karena persaingan yang cukup signifikan yang menyebabkan labilnya kesenjangan antara yang yang mampu dengan yang tidak mampu dalam mengikuti arus pelajaran maka seorang murid cowok *yang tidak perlu dijelaskan secara rinci pindah dari kelas tergokil ini ke kelas IPS. Begitulah ketatnya persaingan diantara murid X IPA 2.
SEJARAH
Kembali ke nama, awalnya mencari nama singkatan dari X IPA 2 begitu sulit dan memerlukan pemikiran yang cukup kreatif dan efektif dalam pencariannya. Sebenarnya nama awal yang kami ciptakan bukanlah GROTESTO, WASPADA dan ADINAH melainkan SPADA (Sepuluh iPA DuA). Mendengar kata SPADA yang terlalu sederhana maka kami putuskan untuk mengganti nama. Dengan kerja keras yang menguras pemikiran maka gue menemukan nama itu *jreng tereng.
ya begitulah usaha gue yang tidak disia-siakan yang diabadikan menjadi nama kelas.
KOMPOSISI
GROTESTO, WASPADA dan ADINAH sekarang terdiri dari 9 siswa cowok dan 20 siswa cewek. Ketua kelas bernama Rhesty Laila Herman dan wakilnya bernama Khairul Anwar. Bendaharanya ialah Febri Yuliani *gue dan wakil gu bernama Zuina Sartika. 4 sekretarisnya yaitu Yane Fadhilla, Annisa Yulindra, Liska Andani dan Desi Resmawati. Bagian keamanan di berikan kepada Jeki Kurniawan, Hamzah Efriadi, M.Irfan Kusuma dan Andeni Kurniawan. Selebihnya yang menjadi anggota ialah Cintia Aulia Roza, Beben Oktadinanda, Elsa Susanti, Fauzan Syukri M, Febriyanti Astari, Irham Gunadi, Laili Nuriah, Lusiana, Mitha Ramadhani,  Rindi Pertiwi, Resti Monalisa, Rido Arianto, Rika Sri Dewi Mandalena, Silvia Dewi, Yuni Delfita, Yossi Hertahtur Rahmi, dan Zahratul Khairi.













ya sekian dulu post dari gue semoga bermanfaat buat agan-agan semua.

Jumat, 22 Februari 2013

Pidato hari ibu

Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi,salam sejahtera untuk kita semua.
Teman-teman sekalian,pernahkah kalian berpikir bagaimana cara kalian untuk membalas jasa orang tua kalian terutama ibu?.Dan pernahkah kalian berpikir bagaimanakah cara kalian untuk membahagiakan ibu?.
Cobalah renungkan ...
Sebelumnya, puji beserta syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga saya dapat berdiri di depan teman-teman.
Tidak lupa pula salawat dan salam  kita hadiahkan kepada nabi Muhammad SAW,Allahumma shalli ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.
Teman-teman
Tadi pada awal pembicaraan saya,saya sempat menyinggung tentang "Ibu".Itu dikarenakan saya akan membawakan pidato yang bertemakan hari ibu yang akan di rayakan pada tanggal 22 Desember nanti.
Ibu ...
itulah orang yang melahirkan kita dan mendidik kita dengan kasih sayang.Dia mencurahkan kasih sayangnya kepada kita tanpa ingin menerima imbalan apapun dari kita.Dia juga orang yang mau memberikan apapun yang kita inginkan karena dia hanya ingin melihat kita bahagia.
Dengan semua jasanya itu,apakah kita terpikir untuk membalas jasanya?pernahkah kita terpikir untuk membuat dia bahagia?
Saya rasa belum,karena kita hanya sering membuat ibu kita bersedih,marah dan jengkel dengan semua sikap kita.
Kita selalu meminta ini dan itu tanpa memikirkan bagaimana cara dia mendapatkannya.
Mulai kini cobalah kita membahagiakan ibu kita,jika dia telah tiada pasti kita akan menyesal karena belum sempat membahagiakannya.
Teman-teman sekalian,
Pada tanggal 22 Desember nanti,cobalah kita semua berikan kepada ibu sesuatu yang spesial seperti bunga dan hadiah sebagai tanda terima kasih kepada ibu yang telah menyayangi kita selama ini.Dan coba kita mengubah sikap buruk kita terhadap ibu,agar dia bahagia mempunyai anak seperti kita.
Sampai disinilah pidato saya kiranya,semoga ada manfaat dan perubahan kepada diri kita semua.
Saya akhiri dengan,
Assalamualaikum wr.wb